Jakarta. Penkodau I. Pesparani bukan sekedar seremonial pelepasan semata, akan tetapi merupakan wujud nyata dari semangat pengabdian kepada Tuhan dan kebersamaan yang menjadi landasan moral bagi setiap prajurit TNI Angkatan Udara, khsusunya keluarga umat Kristiani Kodau I
Demikian yang dikatakan oleh Panglima Kodau I Marsda TNI Muzafar, S.Sos., M.M., dalam sambutanya yang dibacakan oleh Kepala Staf Komando Daerah TNI Angkatan Udara I (Kaskodau I) Marsekal Pertama TNI Arief Hartono, S.H., MNSA., pada acara pelepasan Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kodau I dalam rangka mengikuti Pesparani XXII TNI AU TA. 2025, tempat di lobi Makodau I Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (12/11/25).
“Dengan mengusung tema,”Satu Suara, Satu Hati, TNI AU Ampuh Dalam Kasih Tuhan”, memiliki makna yang sanga relevan dengan kehidupan kita sebagai prajurit TNI Angkatan Udara. satu suara menggambarkan keselarasan, kekompakan dan displin dalam bekerja sama. Satu hati melambangkan ketulusan, empati dan semangat persaudaraan dalam menjalankan setiap tugas Dan TNI AU Ampuh dalam Kasih Tuhan mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati bukanhanya berasal dari kemampuan fisik atau teknologi, melainkan dari kasih, iman dan moralitas yang kokoh di dalam siri setiap prajurit”,ujar Panglima.
Panglima juga berharap, kontingen Pesparani Kodau I mampu membawa semangat dalam setiap penampilan, tidak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat keimanan dan mempererat tali persaudaraan.
“Tentunya apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota Kontingen Pesparani Kodau I, dalam hal ini diwakili personel dari Lanud Roesmin Nurjadin. Dengan terpilihnya saudara-saudara dalam kontingen ini, merupakan kehormatan sekaligus membawa amanat, karena dipundak saudara-saudara melekat suatu tanggung jawab untuk membawa nama baik Kodau I beserta jajaran,
di Pesparani TNI AU yang akan dilaksanakan di Mabesau”,tutup Panglima.