Bandung — Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara menggelar Latihan Pasukan Penindak Rusuh Massa (PPRM) untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di lingkungan pangkalan, Selasa (10/2/2026).
Latihan tersebut disimulasikan dengan skenario aksi unjuk rasa yang berujung huru-hara oleh sekelompok massa yang menyatakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dalam skenario itu, massa melakukan aksi di depan Pos 4 Satpomau Lanud Husein Sastranegara dan berpotensi mengganggu keamanan pangkalan.
Menanggapi situasi tersebut, personel PPRM diterjunkan untuk melaksanakan prosedur penanganan massa secara bertahap, mulai dari pendekatan persuasif hingga tindakan taktis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Skenario latihan dirancang mendekati kondisi nyata guna melatih kecepatan, ketepatan, serta profesionalisme personel dalam pengendalian situasi.
Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI MD. Irman Fathurrahman, S.E., M.M., mengatakan, latihan PPRM merupakan bagian dari pembinaan satuan untuk menjaga kesiapan operasional. Menurut dia, latihan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat koordinasi, disiplin, dan soliditas antarunsur.
“Dengan latihan yang dilaksanakan secara berkala, diharapkan seluruh personel semakin siap dan sigap dalam melaksanakan tugas pengamanan pangkalan, sekaligus mendukung kelancaran tugas TNI Angkatan Udara serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar,” ujar Danlanud.