Jakarta-Penkodau I. Panglima Kodau I Marsda TNI Muzafar, S.Sos., M.M., yang diwakili Kaskodau I Marsma TNI Arief Hartono, S.H., MNSA., turut menghadiri Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi Militer 2026, bertempat di lapangan Mabes TNI, Jakarta, Jumat (13/2/26).
Sebanyak 1.059 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Kekuatan yang dilibatkan terdiri atas unsur Polisi Militer Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Serta personel gabungan TNI, Komando Operasi Khusus (Koopsus), unit K9 Polisi Militer, serta dukungan lintas lembaga seperti Polri, Kejaksaan RI, Bea Cukai, dan unsur perhubungan, dengan mengusung tema, “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju.”
Membacakan amanah Panglima TNI Jendral TNI Agus Subiyanto, Kasdam V/Brawijaya menyampaikan penekanan Panglima TNI, khusus kepada prajurit Polisi Militer untuk terus meningkatkan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, termasuk dalam menghadapi kejahatan siber dan penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra TNI. Modernisasi alat peralatan serta optimalisasi saran teknologi informasi dinilai penting guna mendukung penanganan perkara hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
“Melalui Operasi Gaktib dan Yustisi ini, TNI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan hukum prajurit, menekan angka pelanggaran, serta memperkuat sinergi bersama Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional,” ungkap Panglima TNI.
Melalui pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026, Kodau I berkomitmen mendukung terwujudnya prajurit TNI AU Ampuh terhadap perkembangan zaman demi menjaga kedaulatan dan kemajuan Bangsa Indonesia.